ETIKA BERTAMU PDF

Tags: doa , etika , islam , izin , keperluan , rumah , salam , tamu , urusan , waktu Hai, Sahabat Viewer! Apa kabar? Pada kesempatan ini, kita akan membahas tentang etika bertamu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi Wassallam. Bertamu atau berkunjung ke rumah sanak saudara, keluarga, teman atau guru merupakan sebuah aktifitas yang sering kita lakukan.

Author:Magar Diran
Country:Mozambique
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):9 December 2011
Pages:103
PDF File Size:17.31 Mb
ePub File Size:1.45 Mb
ISBN:294-4-93017-691-9
Downloads:73952
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kirn



Meminta izin. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat. Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali saja lah, maka hendaklah kamu kembali.

Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. An-Nur 2. Shahih HR. Ahmad 3. Abu Dawud 4. Lalu aku mengetuk pintu rumahnya. Lalu beliau bertanya, "Siapa itu? Bukhari 5. Dilarang Mengintai Ke Dalam Bilik Dari Anas bin Malik, sesungguhnya ada seorang laki-laki mengintip sebagian kamar Nabi, lalu Nabi berdiri menuju kepadanya dengan membawa anak panah yang lebar atau beberapa anak panah yang lebar, dan seakan-akan aku melihat beliau menanti peluang untuk menusuk orang itu.

Bukhari 6. Muslim 8. Tidak Masuk Bila Yang Mengizinkan Wanita Seorang tamu pria hendaknya tidak masuk rumah apabila yang mempersilahkan masuk adalah seorang wanita. Kecuali wanita tersebut telah diizinkan oleh suaminya atau mahromnya. Amr berkata, Rasulullah melarang kami meminta izin untuk menemui wanita tanpa mendapat izin suaminya.

Ahmad Dari Amr bin Al-Ash dia berkata, Sesungguhnya Rasulullah melarang kami masuk di rumah wanita yang tidak ada mahromnya. Ahmad 9. Menundukkan Pandangan Jika Apabila Melihat Wanita lawan jenis Katakanlah kepada kaum laki-laki beriman, hendaklah mereka menundukkan sebagian pandangannya dan menjaga farjinya. Yang demikian itu lebih bersih untuk mereka. Sesungguhnya Allah itu Maha waspada dengan apa yang mereka kerjakan. An-Nur: 30 Mendoakan Shohibul Bait Dari Hisyam bin Yusuf, dia berkata, Saya mendengar Abdullah bin Bisyr menceritakan bahwa ayahnya pernah membuat makanan untuk Nabi, lalu dia mengundangnya, lalu beliau mendatangi undangannya.

Maka tatkala selesai makan, beliau berdoa, Ya Allah, ampunilah dosanya dan rohmatilah dia dan berkahilah rizki yang engkau berikan kepadanya. Muslim dan Ahmad Jika tidak, berarti engkau berbuat dusta. Muslim Etika Menerima Tamu 1. Bukhari 2.

Lihat Ayat diatas. Bukhori 6. Menyambut Tamu Dengan Gembira Hendaknya shohibul bait menyambut tamunya dengan penuh gembira, wajah berseri-seri sekalipun hati kurang berkenan karena melihat sikap atau akhlaknya yang jelek.

Dari Aisyah ia berkata: "Sesungguhnya ada seorang yang mints izin kepada Nabi. Ketika Nabi melihatnya sebelum dia masuk, beliau berkata: "Dialah saudara golongan terjelek, dialah anak golongan terjelek" Kemudian setelah dia duduk, Nabi berseri-seri wajahnya, dan mempersilakan padanya. Setelah lakilaki itu pergi, Aisyah berkata kepada Rosulullah: "Wahai Rosulullah ketika engkau lihat laki-laki itu tadi, engkau berkata begini dan begitu, kemudian wajahmu berseri-seri dan engkau mempersilakan padanya?

Sesungguhnya sejelek-jelek manusia di sisi Allah pada hari Qiamat adalah orang yang ditinggalkan manusia karena takut akan kejelekannya ".

Bukhari 7. Menjamu Tamu Sesuai Kemampuan Dari Abu Hurairoh, sesungguhnya ada seorang laki-laki bertamu kepada Nabi, lalu beliau menyuruh utusan untuk meminta makanan kepada istrinya. Sang istri berkata: "Kita tidak mentpunyai apa-apa kecuali air".

Lalu Rosulullah bertanya kepada sahabatnya: "Siapa yang bersedia menjamu dan menanggung tamu ini? Istrinya menjawab: "Kita tidak punya apa-apa kecuali makanan untuk anak-anak kita yang masih kecil ini". Sahabat itu berkata: "Siapkan makananmu itu sekarang. Nyalakan lampu, tidurkan anakmu bila dia ingin makan malam ". Sang istri itu mentaati suaminya, lalu dia menyiapkan makanan untuk tamunya, menyalakan lampu dan menidurkan anaknya.

Lalu sang istri berdiri seolah-olah hendak memperbaiki lampu lalu mentadamkannya, maksudnya untuk meyakinkan tamunya seolah-olah keduanya ikut makan, lalu semalaman suanti istri tidur dengan menahan lapar. Maka pada pagi hari dia pergi menuju ke nunah Rosulullah. Lalu Rosulullah bersabda: "Tadi malam Allah tertawa, atau heran takjub dengan perbuatan kamu berdua ", maka turunlah ayat: Dan mereka yaitu sahabat. Al-Anshor mengutamakan kepentingan sahabat muhajirin daripada kepentingan dirinya sendiri , sekalipun mereka dalam keadaan sangat membuutuhkan, dan barangsiapa yang dijaga dari kebakhilan maka mereka itulah orang yang beruntung.

Al-Hasyr:9 Semoga bermanfaat :.

BARBARA BERCKHAN PDF

19 Adab Bertamu dalam Islam dan Dalilnya

Ajaran Islam tidak saja hanya mengatur hubungan vertikal manusia hablum minallah , tetapi juga hubungan secara horizontal dengan ssamanya hablum minannas. Karena itulah Islam sebagai ajaran yang sempurna, mengajarkan kepada manusia mulai dari bagaimana cara bergaul, berpakaian, bertamu, makan, minum, tidur sampai bagaimana cara menyembah kepada Sang Khalik Allah SWT. Sejak awal agama Islam telah menanamkan kesadaran akan kewajiban pemeluknya untuk menjaga sopan santun adab dalam berbagai aspek kehidupan. Karena sopan santun akhlak menunjukkan karakteristik kualitas kepribadian seorang muslim.

BATTLECLINIC EVE GUIDE PDF

7 Etika Bertamu

Keutamaan Ayat Kursi 9. Jangan berlama-lama saat bertamu Segeralah pulang setelah selesai menghabiskan makanan yang memang dihidangkan untuk kita, kecuali pemilik rumah meminta atau memperbolehkan kta untuk tinggal. Lamanya waktu bertamu dan panjangnya percakapan ditakutkan akan mengganggu sang pemilik rumah, terlebih jika sang pemilik rumah memiliki agenda lain setelahnya di hari itu. Namun, jika kamu diundang, masuklah! Dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan! Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi.

Related Articles