ASKEP DERMATITIS KONTAK PDF

Tes Tempel Terbuka Pada uji terbuka bahan yang dicurigai ditempelkan pada daerah belakang telinga karena daerah tersebut sukar dihapus selama 24 jam. Setelah itu dibaca dan dievaluasi hasilnya. Indikasi uji tempel terbuka adalah alergen yang menguap. Tes Tempel Tertutup Untuk uji tertutup diperlukan Unit Uji Tempel yang berbentuk semacam plester yang pada bagian tengahnya terdapat lokasi dimana bahan tersebut diletakkan. Bahan yang dicurigai ditempelkan dipunggung atau lengan atas penderita selama 48 jam setelah itu hasilnya dievaluasi. Tes tempel dengan Sinar Uji tempel sinar dilakukan untuk bahan-bahan yang bersifat sebagai fotosensitisir yaitu bahan-bahan yang bersifat sebagai fotosensitisir yaitu bahan yang dengan sinar ultra violet baru akan bersifat sebagai alergen.

Author:Digore Fenrigrel
Country:Sweden
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):23 April 2011
Pages:442
PDF File Size:7.50 Mb
ePub File Size:11.40 Mb
ISBN:665-5-47490-549-1
Downloads:5783
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zutaxe



Kulit Terbagi Menjadi 3 Lapisan: 1. Epidermis a. Mengusir mikroorganisme patogen. Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh. Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku. Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3- 4 minggu. Dalam epidermis terdapat 2 sel yaitu : a. Sel merkel Fungsinya belum dipahami dengan jelastapi diyakini berperan dalam pembentukan kalus dan klavus pada tangan dan kaki. Sel langerhans Berperan dalam respon — respon antigen kutaneus. Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan.

Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial. Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints. Dermis korium a. Terdiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan:pars papilaris.

Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang. Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas. Sebagai bantalan terhadap trauma. Tempat penumpukan energi. Kelenjar — Kelenjar Pada Kulit 1. Kelenjar Sebasea berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak.

Kelenjar keringat a. Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh. Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik. Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara pada folkel rambut. Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada wanit a akan membesar dan berkurang pada sklus haid. Apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri menghasilkan bau khas pada aksila.

Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut K. Fungsi Kulit Secara Umum a. Masuknya benda- benda dari luar benda asing ,invasi bacteri.

Melindungi dari trauma yang terus menerus. Mencegah keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh. Menyerap berbagai senyawa lipid vit. Adan D yang larut lemak.

Memproduksi melanin mencegah kerusakan kulit dari sinar UV. Vasokonstriksi pada suhu dingn dan dilatasi pada kondisi panas peredaran darah meningkat terjadi penguapan keringat.

Radiasi: pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah. Konduksi : pemindahan panas dari ubuh ke benda lain yang lebih dingin yang bersentuhan dengan tubuh. Evaporasi : membentuk hilangnya panas lewat konduksi d. Kecepatan hilangnya panas dipengaruhi oleh suhu permukaan kulit yang ditentukan oleh peredaran darah kekulit. Sensibilitas a. Keseimbangan air a. Sratum korneum dapat menyerap air sehingga mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dari bagian internal tubuh dan mempertahankan kelembaban dalam jaringan subcutan.

Produksi vitamin a. Kulit yang terpejan sinar Uvakan mengubah substansi untuk mensintesis vitamin D. Pengertian 1. Dermatitis kontak adalah dermatitis karena kontak eksternal yang menimbulkan fenomena sensitisasi alergik atau toksik iritan. Dermatitis merupakan epiderma-dermatitis dengan gejala subjektif pruritus, obyek tampak inflamasi eritema, vesikulasi, eksudasi dan pembentukan sisik.

Mansjoer, Arif, dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius 3. Dermatitis kontak sering terjadi pada tempat tertentu dimana alergen mengadakan kontak dengan kulit. Price, Sylvia Anderson. Jakarta: EGC 4. Bahan- bahan tersebut dapat bersifat toksik ataupun alergik. Harahap Mawarli Prof.

Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta:Hipokrates III. Klasifikasi Dermatitis kontak ditimbulkan oleh fenomena alergik atau toksik. Dermatitis kontak dapat berupa: 1. Tipe dermatitis kontak iritan, terjadi karena irritant primer dimana reaksi non alergik terjadi akibat pejanan terhadap substansi iritatif.

Perbedaan dermatitis kontak iritan dan alergi: Faktor.

ALGORITMOS CONCEPTOS BASICOS CESAR BECERRA PDF

Askep Dermatitis

Patofisiologi Dermatitis Kontak termasuk reaksi hipersensitivitas tipe IV, yaitu reaksi hipersensitivitas tipe lambat. Antigen ditangkap dan diproses oleh macrofag dan sel langerhans kemudian memicu reaksi limfosit T yang belum tersensitisasi di kulit, sehingga terjadi sensitisasi limfosit T melalui saluran limfe. Sel efektor yang telah tersensitisasi mengeluarkan limfokin yang mampu menarik berbagai sel radang sehingga timbul gejala klinis. Penanganan Proteksi terhadap zat penyebab dan menghindarkan kontaktan merupakan tindakan penting.

BILTEMA KATALOG PDF

Halogenasi, misalnya DNCB, pikril klorida. Quinon, misalnya primin, hidroquinon. Komponen tak larut, misalnya terpentin. Patofisiologi 1. Patogenesis Dermatitis Kontak Iritan Pada dermatitis kontak iritan kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan iritan melalui kerja kimiawi maupun fisik. Bahan iritan merusak lapisan tanduk, dalam beberapa menit atau beberapa jam bahan-bahan iritan tersebut akan berdifusi melalui membran untuk merusak lisosom, mitokondria dan komponen-komponen inti sel. Dengan rusaknya membran lipid keratinosit maka fosfolipase akan diaktifkan dan membebaskan asam arakidonik akan membebaskan prostaglandin dan leukotrin yang akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah dan transudasi dari faktor sirkulasi dari komplemen dan system kinin.

Related Articles