AL WALA WAL BARAA PDF

That brings us to Islamo-catatonia. After that, an announcement, plus an interview. Re al Walaa wal Baraa. The second one is complete with quotes from Islamic scholars - the only quotes accepted as authoritative by Islamics.

Author:Junris Mezitilar
Country:New Zealand
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):27 November 2007
Pages:317
PDF File Size:3.27 Mb
ePub File Size:8.92 Mb
ISBN:816-9-28621-509-7
Downloads:60387
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kejind



Kata La adalah an-nafy, yaitu kata penolakan. Sedangkan kata Ilah sesembahan adalah al-manfiy, yaitu kata yang ditolak. Sikap seperti inilah yang hendaknya senantiasa dibangun al-bina. Artinya, seorang muslim yang melakukan maksiat, yang melalaikan sebagian kewajiban agamanya dan melakukan sebagian perbuatan yang diharamkan Allah, namun tidak menyebabkan ia menjadi kufur dengan tingkat kufur besar.

Ia pernah didera dengan sebab minum khamr. Ketika itu dunia mengira bahwa Islam adalah agama yang tidak dapat menerima prinsip hidup berdampingan dengan agama lain dan mengira bahwa kaum muslimin tidak merasa puas sebelum menjadi umat satu-satunya yang ada di dunia dan menindas setiap manusia yang dianggap keliru, lebih-lebih orang yang berani mencoba hendak melawan!

Beliau sama sekali tidak berpikir hendak mengatur siasat untuk menyingkirkan, atau memusuhi mereka. Bahkan dengan niat baik, beliau dapat menerima kenyataan adanya orang-orang Yahudi itu dan adanya paganisme di kota itu.

Beberapa waktu kemudian beliau menawarkan perjanjian perdamaian kepada dua golongan itu atas dasar kebebasan masing-masing pihak memeluk agamanya sendiri. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu orang lain untuk mengusirmu.

Al-Mumtahanah, Ayat di atas telah merangkum dua perkara, yaitu berbuat baik dan adil. Berbuat baik adalah memberi lebih dari apa yang menjadi haknya.

Sedangkan adil adalah memberi hak kepada pemiliknya tanpa mengurangi. Kedua hal itu dituntut dari setiap muslim dalam bersikap kepada semua manusia meskipun mereka kafir selama tidak menentang dan memerangi orang Islam, serta menindas pemeluknya.

Dalam keadaan seperti itu, diperbolehkan berjaga-jaga terhadap mereka sesuai dengan rasa kekhawatiranmu, sebab kaidah syariat mengatakan, bahwa menolak kerusakan mafsadah hendaklah didahulukan daripada menarik manfaat.

Bila mengambil orang-orang kafir hanya sebagai teman, dibolehkan, demi menolak bahaya. Tentunya, dibolehkan dalam rangka mengambil kemanfaatan-kemanfaatan bagi kaum muslimin. Atau pernah pula menggunakan jasa Abdullah bin Uraiqith -seorang musyrik- sebagai penunjuk jalan dalam perjalanan hijrahnya dari Makkah ke Madinah? Abu Bakar pun pernah memanfaatkan pelindungan Ibnu Daghnah -juga seorang musyrik- agar ia dapat beribadah dengan bebas di kota Makkah.

Tetapi, ada perbedaan besar antara kedua jenis manusia kafir tersebut. Yang satu adalah golongan kafir yang suka damai dan mendukung kaum muslimin, sedangkan yang lain adalah golongan kafir yang memusuhi dan memerangi kaum muslimin.

DRAINAGE NILE NIJLAND PDF

al-Walā' wa-l-barā'

Tagal It is to struggle and fight against them in order to uphold and spread the way of Allah and His Messenger saw. One does not speak like that in order to please them or to gain their sympathies. Al-walaa means loyalty and al-bara means disownment. Nowadays, people love each other for the sake of worldly life and seeking to gain benefit, even though the one that is loved is an enemy of Walaaa, His Messenger p. Allah also forbade the believer from supporting the Kuffaar, even if they are blood relatives.

DZOZEF KONRAD SRCE TAME PDF

Al-Wala’ wal Bara’

In the context of Islam al-walaa is loyalty to Allah and whatever He is pleased with as well as friendship and closeness to the believers, whereas al-baraa is freeing oneself from that which is displeasing to Allah and disowning the disbelievers. After loving Allah and His Messenger s. This obligation is from the religion of Muhammad s. Do not take the Jews and Christians for friends. They are Awliyaa friends to each other. And the one among you that turns to them is one of them. Indeed, Allah guides not an unjust people.

Related Articles